Selasa, 07 Juni 2016

Ada waktunya hidup harus menerima dan ada waktunya hidup harus memilih

Kita tidak dapat memilih siapa yang menjadi orang tua kita tetapi kita dapat memilih untuk menjadi orang seperti apa, ada waktunya hidup harus menerima dan ada waktunya hidup harus memilih

"Kita tidak dapat memilih siapa yang menjadi orang tua kita, tetapi kita dapat memilih untuk menjadi orang seperti apa...ada waktunya hidup harus menerima, ada waktunya hidup harus memilih"

Di dalam hidup ini ada waktunya kita harus menerima dan ada kalanya kita harus menentukan suatu pilihan hidup yang akan kita jalani. Pada saat seseorang sedang berada di masa-masa yang sulit biasanya dia akan melihat dan membandingkan kondisinya dengan orang lain yang menurut dia mempunyai kehidupan dan keadaan yang lebih baik. Kemudian ia akan berandai-andai, misalnya saja ia dilahirkan pada sebuah keluarga yang kaya, yang harmonis, dan lain sebagainya. Selanjutnya ia akan menyalahkan lingkungan di luar dirinya untuk mengalihkan penyebab kesulitan yang ada. Dan diapun akan berkata seandainya...bla..bla.. mungkin keadaannya tidak akan menjadi seperti sekarang ini. 

Banyak hal di kehidupan ini yang pada hakekatnya tidak dapat dipilih dan kita hanya harus menerimanya saja. Sebagai contoh misalnya: kita tidak dapat memilih siapa yang melahirkan atau menjadi orang tua kita. Pada saat kita masih bayi kita juga hanya dapat menerima tanpa mampu untuk menolak, karena kita belum dapat memilih atau pun menolak apapun. Jadi perlu kita sadari bahwa ada suatu masa dimana seseorang akan sangat tergantung kepada orang lain, dan ada masanya juga 100% untuk menentukan sendiri.

Seiring dengan pertumbuhan kedewasaan seseorang maka akan banyak pula hal-hal yang dapat kita pilih di dalam hidup ini. Pilihan-pilihan tersebut diberikan secara bertahap dari mulai hal-hal kecil terlebih dahulu dan selanjutnya akan sampai pada seluruh pilihan yang ada di dalam hidup ini dan dengan konsekuensi atau tanggung jawab atas pilihan yang diambil. Cobalah sahabat ingat tahapan pilihan yang diberikan pada saat masih kecil sampai tahapan kedewasaan saat ini, misalnya saja dalam hal pakaian: saat bayi kita menerima saja pada saat orang tua kita memakaikan baju apa saja, mungkin pada usia 4 - 5 tahun kita boleh memilih dari almari pakaian untuk memakai baju sesuai yang kita inginkan, setelah itu kita boleh memilih baju pada saat membeli bersama orang tua di toko, selanjutnya orang tua hanya memberi uang secukupnya untuk membeli pakaian kita sendiri dan sampai pada akhirnya kita harus mencari uang sendiri untuk membeli pakaian kita.

Pada saat seseorang sudah dewasa, dia menjadi seseorang yang bebas untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. Selain dapat menentukan pilihan sendiri, seseorang yang sudah dewasa juga mempunyai tanggung jawab terhadap segala konsekuensi yang diakibatkan oleh pilihan yang diambil. Salah satu contoh tolok ukur di negara kita untuk menentukan seseorang dianggap sudah masuk ke dalam usia dewasa adalah pada saat seseorang mempunyai umur 17 tahun. Dalam hal ini ditandai dengan diterbitkannya sebuah Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk orang tersebut.

Sahabat, kehidupan yang lalu dan segala hal yang sudah kita jalani dengan pilihan-pilihan yang sudah kita terima walaupun itu bukan pilihan kita, janganlah membuat kita menyesal atau bahkan menyalahkan apa yang sudah di belakang. Biarkanlah semua berlalu untuk kita ambil hikmahnya dan untuk pembelajaran agar masa yang akan datang dapat menjadi lebih baik. Sekarang adalah saatnya untuk menentukan pilihan hidup yang ada di depan kita dengan tujuan untuk membuat hidup kita menjadi seperti yang diharapkan.

Tonton juga beberapa video kumpulan kata kata bermakna, pepatah Jawa dan musikalisasi puisi dari channel youtube saya: Channel Ungkapan Hati 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar