Jumat, 12 Agustus 2016

Sangat Berartinya Dia

ketika seseorang sudah menjadi sebuah kenangan, barulah kita sadar betapa sangat berartinya dia

"Ketika seseorang sudah menjadi sebuah kenangan, barulah kita sadar betapa sangat berartinya dia"

Manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain di dalam kehidupan ini. Di dalam bersosialisasi dan bermasyarakat tersebut secara garis besar akan menimbulkan rasa suka dan tidak suka antar orang yang satu dengan orang lainnya, antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya sehingga akan menciptakan sebuah persahabatan ataupun permusuhan. Dan semua hal tersebut adalah konsekuensi dari sebuah kehidupan sosial yang tidak akan terlepas dari hidup seseorang.

Di kehidupan sosial kecil kita, akan bermula dari suatu keluarga, kemudian saudara, selanjutnya tetangga, teman sekolah, teman kerja dan lain sebagainya. Lingkup keluarga adalah yang paling intens dalam bersosialisasi dibandingkan dengan lingkup yang lainnya. Di dalam sebuah keluarga, setiap hari pasti akan selalu bertemu dan berinteraksi antar anggota keluarga. Semakin sering kita berinteraksi dengan seseorang, semakin besar pula kemungkinan untuk saling memahami dan mengerti tetapi semakin besar pula kemungkinan adanya gesekan dan perbedaan pendapat yang akan terjadi.

Semakin lama kita mengenal, berinteraksi dan bergaul dengan seseorang ataupun dengan suatu lingkup sosial maka kita akan merasa bahwa semuanya adalah biasa saja ataupun sudah biasa, tidak ada sesuatu yang luar biasa ataupun yang sangat berarti dengan anggota lingkup sosial tersebut. Secara umum sebagian besar orang pastilah merasakan hal seperti tersebut di dalam kalimat di atas. Akan tetapi pada saat salah satu orang dalam lingkup sosial tersebut tidak ada lagi dalam waktu yang lama atau bahkan untuk selama-lamanya barulah kita sadar bahwa orang tersebut sangat berarti bagi kita yang ditinggalkannya. Dikarenakan kesadaran kita akan arti seseorang tersebut maka akibat yang timbul adalah kita merindukan dia berada lagi di lingkungan kita. Akan tetapi hanyalah sebuah kenangan dan cerita yang tertinggal untuk dapat kita nikmati dalam angan dan rasa.

Sahabat, sekedar sebuah cerita dalam kehidupan yang saya alami dan pastilah semua orang akan mengalaminya, kehilangan seorang ayah. Pada saat beliau masih ada bersama kami, seolah-olah semuanya adalah baik-baik saja dan biasa saja. Sepertinya tidak ada sesuatu yang istimewa dengan keberadaan semua anggota keluarga yang ada. Segala sesuatu yang seolah biasa tadi terasa sedemikian berubah pada saat ayah saya meninggal dunia. Dimana sebuah kesadaran baru muncul mengusik hati dan pikiran tentang begitu berartinya seseorang "yang semula dianggap hal yang biasa". Betapa setelah kepergiannya muncul kenangan-kenangan indah serta kerinduan akan sosok tersebut.

Sahabat,  marilah kita belajar untuk melihat dan menghargai setiap orang di dalam lingkup kehidupan yang kita jalani saat ini bahwa mereka semua adalah orang-orang yang sangat berarti di dalam kehidupan kita, tanpa harus menunggu mereka menjadi sebuah kenangan. Untuk mengenang dan karena kerinduan saya terhadap ayah saya, maka saya tuliskan sebuah puisi untuk ayah saya tersebut. Sebuah kerinduan terhadap seorang ayah yang sangat berarti dan yang sudah berada di tempat keabadian sejak lebih kurang 5 tahun yang lalu.


Sejenak hatiku terasa bergetar
Saat teringat tentang dirimu
Selintas bayangmu hadir di benakku
Menyapa hati dengan senyuman

Kerinduanpun menyeruak di jiwaku
Teringat masa indah bersamamu
Hangat kasihmu masih kurasakan
Mengalir mengiring setiap langkahku

Pribadi teguh pantang menyerah
Jalani hidup penuh asa dan cita
Berikan rasa aman dan nyaman
Disetiap hari yang kulewati

Dan semua tinggallah kenangan
Terukir indah di hati dan jiwaku
Hanya doa yang dapat kuberikan
Semoga kedamaian abadi untukmu

...My Father...


1 komentar:

  1. puisinya sangat keren gan,jangan lupa berkunjung ke blog ane www.ekyud.com

    BalasHapus