Senin, 08 Agustus 2016

Puisi: Sepenggal Kisah Pagi

Seorang anak adalah sebuah anugerah yang sangat indah dan sangat berarti dalam sebuah keluarga. Kehadiran seorang anak begitu didambakan bagi setiap pasangan yang sudah sah dalam sebuah ikatan perkawinan. Mengapa kehadiran seorang anak begitu didambakan? Karena salah satu tujuan dari  sebuah perkawinan adalah meneruskan garis keturunan, dan dengan hadirnya seorang anak dalam sebuah keluarga menunjukkan bahwa salah satu dari tujuan pasangan tersebut sudah tercapai. Satu hal lagi, dengan kehadiran seorang anak maka semakin lengkaplah kebahagiaan sebuah keluarga

Sebenarnya banyak sekali pengorbanan yang harus dijalani oleh pasangan suami istri dari masa kehamilan sampai dengan kelahiran seorang anak. Dalam hal pengorbanan pada proses ini mungkin yang terasa lebih berat adalah dari pihak isteri. Seorang calon ibu harus merelakan banyak hal dalam proses kehamilan sampai dengan kelahiran anaknya, misalnya seorang ibu harus rela kehilangan kecantikannya dan indah bentuk tubuhnya untuk mengandung buah hatinya. Akan tetapi semua pengorbanan dan susah payah tersebut akan tergantikan dengan kebahagiaan pada saat kelahiran anak yang di rindukan. 

Seiring berlalunya waktu, tanpa terasa seorang bayi kecil sudah tumbuh menjadi seorang anak kecil yang membawa sebuah cerita kebahagiaan dan kebanggaan bagi orang tuanya. Walaupun dalam kegiatan sehari-hari masih banyak pengorbanan untuk anak kita tersebut, tetapi semua itu akan terhapus oleh harapan dan kasih sayang sebagai orang tua. Begitu sayangnya orang tua terhadap anaknya membuat segala kesalahan dan kejengkelan yang diakibatkan oleh anaknya tidaklah mengurangi rasa sayang yang ada.

Hanya sebuah cerita kecil dari kehidupan saya di sebuah pagi beberapa waktu yang lalu. Seperti hari-hari kerja sebelumnya, yang dipenuhi dengan rutinitas setiap hari, saya bersiap dan bergegas untuk segera berangkat ke tempat kerja berpacu dengan waktu agar tidak terlambat datang. Akan tetapi ada sesuatu yang membuat pagi hari tersebut cukup berbeda dengan pagi hari yang lain. Perbedaannya adalah anak saya yang kecil biasanya belum bangun pada saat saya berangkat kerja, karena dia masih sekolah di play group dan berangkat jam 10.00 WIB, pada pagi hari itu kebetulan dia sudah terbangun pada saat saya akan berangkat kerja.

Ada sebuah kebiasaan anak saya tersebut apabila dia sudah bangun pada saat saya akan berangkat kerja. Kebiasaan tersebut adalah dia selalu minta untuk ikut naik motor ataupun naik mobil berkeliling sebagian komplek perumahan dimana kami tinggal baru kemudian saya berangkat. Dan di pagi hari tersebut, seperti biasanya anak saya pun minta untuk berkeliling komplek, dan ini adalah sesuatu hal yang biasa. Sesuatu yang tidak biasa di pagi hari itu adalah sestelah selesai berkeliling perumahan anak saya bilang "Papa pulangnya cepat ya".

Mungkin bagi banyak orang kejadian dan perkataan anak saya tersebut sangatlah biasa. Tetapi entah mengapa saya begitu tersentuh dengan kejadian pada saat itu, dimana saya merasakan betapa begitu berartinya seorang ayah di mata anaknya. Dari kejadian tersebut kemudian saya menuangkannya dalam bentuk tulisan puisi/syair seperti di bawah ini.



Manisnya sebuah senyum menghias merekahnya pagi
Terasa hangat seperti mentari yang mengawali sebuah hari
Dan seolah menceritakan indahnya warna warni hati
Yang menumbuhkan semangat diri ini untuk segera berlari

Saat terdengar suaramu yang begitu merdu di telingaku
Menghilangkan rasa ragu untuk bersiap dan segera berpacu
Berlomba dengan cepatnya waktu yang tak pernah mau menunggu
Menembus pekatnya kabut pagi dan semburatnya asap serta debu

Dan kulihat sepasang tangan kecil yang mulai menari
Disertai dengan tatapan mata yang penuh arti
Mengucapkan salam untuk mengiringi langkah kaki ini
Dengan penuh harapan agar diriku dapat segera kembali

Samar terdengar suara lirih mulai terucap
Dari bibirmu yang mungil dan menawan
Sebuah kalimat yang terngiang dan bergema hingga ke relung jiwa
"Papa...cepat pulang ya..."



Tonton juga beberapa video kumpulan kata kata bermakna, pepatah Jawa dan musikalisasi puisi dari channel youtube saya: Channel Ungkapan Hati 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar