Sabtu, 20 Agustus 2016

Tuhanlah Nahkoda Kehidupan

Kehidupan di masa yang akan datang tidaklah dapat ditebak, hanyalah sejarah yang dapat kita pelajari dan kita analisa pola-pola yang ada yang mungkin akan dapat terulang di masa yang akan datang sebagai sebuah siklus kehidupan dan alam ini. Banyak pola atau siklus alam yang berulang dan dapat dijadikan suatu pedoman walaupun tidak akan pernah 100% kebenarannya. Sebagai contoh misalnya saja siklus banjir 5 tahunan, siklus ledakan gunung tertentu 100 tahunan dan lain sebagainya.

Berbeda dengan sejarah dan alam semesta ini yang dapat berumur ribuan atau bahkan jutaan tahun, kehidupan seorang manusia untuk saat ini mungkin rata-rata di kisaran 60 - 70 tahun. Di dalam kehidupan seseorang yang yang relatif pendek dan tidak pernah berulang tersebut sangatlah sulit untuk kita dapat meramalkan atau memperkirakan hari esok dengan menggunakan sebuah pola ataupun siklus. Tidak ada seorang pun yang tahu jalan kehidupan yang akan kita jalani akan seperti apa, bahkan kitapun tidak akan pernah tahu apakah kita masih dapat menikmati hari esok atau tidak. Tidak ada sesuatu yang pasti akan kehidupan di hari esok dan tidak ada seorang manusia pun yang dapat memastikannya sehingga kita tidak dapat untuk berpegang pada manusia, harta, kuasa atau apapun di dunia ini.

Seberapa besar kesulitan dalam hidup yang kita hadapi tidaklah mungkin untuk tidak kita jalani. Kehidupan seseorang dapat di ibaratkan seperti sebuah perahu yang sedang mengarungi lautan yang luas. Dimana pasang surutnya laut dan tinggi rendahnya gelombang selalu terjadi dan itu semua di luar kendali manusia. Dengan adanya keadaan lautan yang dapat senantiasa berubah dari waktu ke waktu tersebut maka sebuah perahu membutuhkan sebuah haluan untuk sampai ketujuan. Selanjutnya, agar perahu dapat berjalan sesuai dengan haluan dan mencapai sebuah tujuan yang sudah ditetapkan maka dibutuhkanlah seorang nahkoda perahu. Demikian pula kehidupan ini tidak akan pernah sama dan tidak terprediksi sehingga untuk mengarungi luasnya lautan kehidupan, maka kita juga membutuhkan haluan dan nahkoda hidup kita, dan hanya Tuhanlah yang layak menjadi nahkodanya.

Sebuah puisi yang saya tuliskan sebagai ungkapan perasaan tentang dan untuk kehidupan ini. Dimana tiada suatu jaminan kepastian untuk hari esok dan selanjutnya.


Gemuruh menderu mengguncang hari
Bergumpal awan gelap menutup surya
Kilat dan petir saling berkejaran
Gelombang laut pun kian melangit

Terlihat biduk kecil di ujung cakrawala
Laksana telur di ujung tanduk
Tiada kuasa tuk pertahankan arah
Terombang ambing tiada menentu

Bagaikan bahtera kehilangan nahkoda
Bermain di gelora gelombang dunia
Tiada haluan apalagi kepastian
Tanpa pegangan dan kuasa tuk melawan

Seperti jiwa raga yang tak bertuan
Kemanakah engkau akan berjalan?
Susuri bukit dan lembah kehidupan
Hanya harapkan keajaiban dari Tuhan

Tonton juga beberapa video kumpulan kata kata bermakna, pepatah Jawa dan musikalisasi puisi dari channel youtube saya: Channel Ungkapan Hati 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar