Kamis, 13 Oktober 2016

Terbawa Suasana

Perasaan dan hati manusia pada dasarnya sangat lembut serta sangat mudah terpengaruh dan tersentuh oleh suasana yang ada di sekitar kita. Biasanya apa yang dirasakan oleh panca indera yang ada di tubuh kita akan langsung berpengaruh pada suasana hati. Adapun indera yang sangat berpengaruh dalam hal ini adalah mata dan telinga, walaupun indera yang lain juga mendukung pengaruh indera yang dominan tersebut. 

Sebuah pertanyaan sehubungan dengan paragraf di atas, mengapa indera mata dan telinga yang sangat berpengaruh di dalam hal ini? Karena kedua indera tersebut yang dapat memberikan sebuah gambaran tentang suasana yang ada di sekitar kita. Pada saat kita mendapatkan gambaran suasana tersebut, maka otak dan perasaan/hati kita akan langsung memproses dan memberikan reaksi tanpa kita harus memberikan perintah (tanpa sadar). Berbeda dengan indera lainnya yang hanya memberikan efek langsung kepada tubuh, walaupun demikian kadang-kadang reaksi dari tubuh juga dapat mempengaruhi suasana hati kita.

Seperti telah disebutkan di atas bahwa proses dan pengaruh yang dipicu dari indera mata dan telinga tidaklah disadari, maka kita baru akan menyadarinya setelah adanya efek yang ditimbulkan dari indera kita tersebut. Dan pada saat kita sadar, maka perasaan dan hati kita pun sudah terpengaruh oleh gambaran suasana yang ada. Sebuah contoh sederhana, misalnya pada saat kita menonton sebuah sinetron yang menyedihkan maka secara tidak sadar kita terpengaruh menjadi sedih juga bahkan bisa sampai menangis. Pada sebagian orang yang mempunyai tingkat kesadaran dan pengendalian diri yang tinggi mungkin akan lebih cepat menyadari kondisi ini, sehingga seolah-olah mereka tidak pernah atau tidak mudah terbawa oleh suasana yang ada.

Pertanyaannya adalah, apakah mudah terbawa suasana itu tidak baik? Segala hal pasti ada kebaikannya dan juga ada keburukannya, tinggal bagaimana kita mengelola dan sadar bahwa perasaan dan hati kita sangat mudah terpengaruh/terbawa suasana yang ada di sekitar kita. Salah satu contoh yang baik tentang hal ini adalah: pada saat seseorang terpengaruh oleh suasana yang ada dan suasana tersebut memicu imajinasi atau kreatifitas kita untuk menciptakan sesuatu. Sebagai contoh misalnya: terciptanya sebuah lagu, karya sastra, puisi, ide baru dan sebagainya. Di bawah ini adalah salah satu contoh puisi yang saya tulis pada saat saya sedang terbawa suasana siang hari yang gelap dan hujan, sehingga memicu kesenduan bagi saya.


Temaram hari meredupkan jiwa
Merambah ruang jantung dan sukma
Syahdu dan sendunya nuansa rindu
Mengetuk pintu rasa bilik kalbu

Rintih dan tangis saling berpadu
Terdengar lirih dan kian memilu
Teringat masa indah yang telah berlalu
Tinggalkan perih sayatan sembilu

Tetes air mata tiada terbendung
Menitik di wajah yang kian layu
Indah binar mata pun telah sayu
Hilang bersama cerita masa lalu

Terseok kaki melangkah gontai
Meniti jalan takdir yang menanti
Mengharap matahari akan bersinar lagi
Mengganti temaram hari dan hati

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar