Sabtu, 19 November 2016

Sekedar Berbagi Rasa tentang Pengorbanan Seorang Ibu untuk Anaknya

Sebagai seorang anak dari seorang ibu pastilah kita tahu atau setidaknya pernah mendengar tentang betapa banyak pengorbanan yang dilakukan oleh seorang wanita yang sedang mengandung. Dan tidak hanya sampai pada proses kelahiran saja pengorbanan yang diberikannya, tetapi juga dalam proses membesarkan anaknya. Bahkan pengorbanan yang dilakukannya tidaklah cukup sampai anaknya dewasa dan mandiri saja, tetapi sampai dengan akhir hayatnya.

Semua manusia  kecuali Adam dan Hawa, pastilah terlahir dari seorang wanita. Sebelum seorang anak manusia terlahir di dunia ini, seorang wanita calon ibunya sudah harus banyak berkorban untuk kelangsungan hidup janin di dalam kandungannya. Pada rentang masa kurang lebih  9 bulan mengandung bayinya, banyak sekali perubahan yang terjadi pada fisik atau pun psikis seorang wanita. Dan hampir semua perubahan yang terjadi boleh dikatakan tidaklah menyenangkan bagi seorang wanita.

Pada saat saya sudah cukup dewasa, saya tahu tentang betapa pengorbanan yang dilakukan oleh seorang dari mendengar cerita dan membaca. Ternyata saat itu saya hanya sebatas tahu tetapi belumlah mengerti dan belum dapat ikut mersasakan pengorbanan seorang wanita atau ibu untuk anaknya. Setelah menikah dan mempunyai anak, barulah saya benar-benar dapat mengerti dan ikut merasakan pengorbanan tersebut dari apa yang dirasakan oleh isteri saya.

Pada masa awal kehamilannya terjadi perubahan hormon dalam tubuhnya yang kerap kali menyebabkan badan terasa tidak enak. Sebagai contoh misalnya merasa pusing dan mual dan bahkan ada yang sampai harus dirawat karena efek perubahan hormon ini. Setelahnya, seorang wanita harus rela kehilangan kerampingan tubuh yang dibanggakan dan selalu dijaganya. Hal ini dikarenakan seorang calon ibu harus banyak menyantap makanan yang bergizi untuk menjaga kelangsungan perkembangan anak yang ada di dalam perutnya. Dengan banyaknya asupan makanan tersebut otomatis tubuhnya akan menjadi gemuk dan hilanglah kerampingan/kelangsingan tubuhnya. Saya rasa hal-hal tersebut sangatlah berat dan merupakan sebuah pengorbanan yang cukup besar.

Setelah beberapa bulan kemudian seiring dengan pertumbuhan bayi dalam perutnya maka beban yang harus ditopang oleh tubuhnya akan meningkat. Terkadang bertambahnya beban ini mengakibatkan kaki seorang wanita menjadi bengkak dan varises. Semuanya itu dapat dia terima dengan kegembiraan karena yang menjadi fokus dari dirinya adalah buah hati yang dikandungnya dan bukan lagi keadaan dirinya sendiri. Dan masih banyak hal lagi yang harus dialami seorang wanita sampai dengan kelahiran bayinya.

Kemudian kegembiraan dan kebahagiaan datang pada saat kelahiran berjalan dengan lancar baik itu harus dengan operasi caesar atau melalui kelahiran normal. Sebuah tanggung jawab yang baru datang seiring dengan kelahiran seorang anak. Dimana untuk masa awal kehidupannya, seorang bayi sangatlah tergantung dari ibunya. Ketergantungan seorang anak akan berangsur-angsur berkurang seiring dengan bertambahnya usia dan kedewasaan seorang anak. Hal ini memang menggembirakan dan membahagiakan bagi seorang ibu tetapi juga sangat melelahkan dalam menjalaninya.

Berhubung anak-anak kami saat ini masih kecil, sehingga baru sedikit yang dapat saya bagikan tentang pengorbanan seorang wanita yang menyandang predikat IBU. Saya yakin bahwa banyak dari rekan pembaca yang jauh lebih tahu dan mengerti tentang pengorbanan seorang ibu dibandingkan dengan apa yang saya tuliskan ini, terutama rekan-rekan yang memang menyandang gelar IBU. Tulisan ini adalah sebuah ungkapan rasa syukur dan terima kasih saya kepada ibu yang melahirkan saya dan juga untuk ibu yang telah melahirkan anak-anak saya serta untuk semua wanita yang sudah dan akan menjadi seorang ibu.

Sebuah puisi untuk mengenang pengorbanan seorang ibu yang saya tulis beberapa bulan yang lalu pada saat anak saya yang kedua berulang tahun.

Sang waktu kembali ingatkanku Saat cerita hidupku bermula Ketika tangisan kerasku terdengar Dan engkau terkulai tak berdaya  Hangatnya dekapanmu terbayang Kasih seluas langit tiada bertepi Tulusnya cinta sehangat surya pagi Indah senyum penuh kedamaian  Kau relakan keindahanmu sirna Korbankan segala rasa dan karsa Kucurkan darah menanggung luka Demi untukku yang kau puja  Tiada kata untuk lukiskan semua Tak satu pun mampu untuk gantikanmu Seluruh hidupku pun takkan mampu Untuk balaskan kasih setiamu  Hanya.... Terima kasih dan hormatku Rasa syukur dan doaku .....Untukmu IBU....

Sang waktu kembali ingatkanku
Saat cerita hidupku bermula
Ketika tangisan kerasku terdengar
Dan engkau terkulai tak berdaya

Hangatnya dekapanmu terbayang
Kasih seluas langit tiada bertepi
Tulusnya cinta sehangat surya pagi
Indah senyum penuh kedamaian

Kau relakan keindahanmu sirna
Korbankan segala rasa dan karsa
Kucurkan darah menanggung luka
Demi untukku yang kau puja

Tiada kata untuk lukiskan semua
Tak satu pun mampu untuk gantikanmu
Seluruh hidupku pun takkan mampu
Untuk balaskan kasih setiamu

Hanya....
Terima kasih dan hormatku
Rasa syukur dan doaku
.....Untukmu IBU.....

Tonton juga beberapa video kumpulan kata kata bermakna, pepatah Jawa dan musikalisasi puisi dari channel youtube saya: Channel Ungkapan Hati 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar